Alqoshiduun

September 6, 2007

Fadhilah (Keutamaan) Ramadhan

Diarsipkan di bawah: Tazkiyah — alqoshiduun @ 3:43 pm


gw-silou.jpg

Mendapat Ampunan dari Allah

Abu Hurairah r.a berkata : Nabi Muhammad s.a.w bersabda : “Barang siapa yang puasa bulan Ramadhan karena keimanannya dan benar-benar mengharapkan pahala dari Allah, maka diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhori, Muslim)

Do’a-Do’anya Makbul

“Ada tiga orang yang tidak ditolak do’a mereka: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil dan do’anya orang yang teraniaya. (Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majjah dan Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan).

Syiam Hanya Untuk Allah Dan Hanya Allah Yang Akan Membalasnya.

Bau Mulut Orang Yang Berpuasa Lebih Harum Dari Kasturi.

Mendapat Dua kegembiraan.

Abu Hurairah r.a. berkata telah bersabda Nabi Muhammad s.a.w : “ Allah telah berfirman : “ Semua amalan anak Adam dapat tercampuri kepentingan hawa nafsu, kecuali puasa, maka itu untukku, dan aku sendiri yang akan membalasnya. Dan puasa itu sebagai perisai, maka seseorang sedang berpuasa, jangan berkata keji atau ribut-ribut, dan kalau seseorang mencaci kepadanya, atau mengajak berkelahi maka hendaknya dikatakan kepadanya : Aku sedang berpuasa. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa bagi Allah lebih harum dari minyak (kasturi). Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan, yaitu ketika ia sedang berbuka puasa, dan ketika ia menghadap kepada Allah akan gembira benar, menerima pahalanya.” (Bukhori, Muslim)

Dijauhkan Dari (Naar) Neraka

Abu Sa’id Al khudri ra. Berkata : Rasulullah saw bersabda: “ Tidak seorang yang berpuasa sehari saja karena Allah melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka jarak 70 tahun.” (HR. Bukhori, Muslim) (lagi…)

September 5, 2007

Cermin Diri Di Bulan Suci

Diarsipkan di bawah: Tazkiyah — alqoshiduun @ 12:59 pm

sunset2.jpg

Bulan Ramadhan, bulan sebaik-baik bulan telah tiba. Setiap muslim berkesempatan untuk melipatgandakan pahala di bulan ini. Ramadhan dijelaskan oleh Rasulullah saw sebagai syahrul Razhim mubarok, yakni : bulan yang sangat agung dan berlimpah keberkahan serta kebaikan. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam yang paling utama. Setiap detiknya berharga, mengingat keutamaannya. Inilah bulan ketika kita diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan itu nafas menjadi tasbih, amal-amal diterima, do’a-do’a diijabahi dan dosa-dosa terampuni.

Namun, ada beberapa orang yang menganggap Ramadhan seperti bulan biasa, hanya sebatas lapar di siang hari, dan kenyang di malam hari. Mereka juga telah menganggap Ramadhan hanya musim kurma, begadang semalaman dan semarak siaran televisi. Mereka telah menyia-nyiakan Ramadhan dan merusak kenikmatan di dalamnya. Sungguh sangat merugi……

Inilah sikap kebanyakan manusia. Mudah lupa dan tidak peduli dengan masa depannya, karena terjebak hal-hal yang melenakan. Ramadhan datang setiap tahun, namun tidak membawa perubahan sikap yang berarti.

Tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui kenikmatan berpuasa kecuali di hati mereka telah bercampur dengan iman. Nilai spiritual yang tinggi ini akan mendampingi kita pada bulan Ramadhan. Benih spiritual ini adalah dengan lapar, sedangkan pengairannya adalah dengan tetesan air mata, kekuatannya adalah dengan ruku’, dan kebaikannya adalah dengan kekhusukan dan kerendahan diri kita kepada Allah Azza wa Jalla. Semua ini diraih ketika jiwa dapat menang dan bebas dari belenggu syahwat.

Imam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah berkata, “Ruh atau jiwa akan keluar dari belenggu nafsu, dari belenggu tubuh yang selalu bergantung dan merintangi tingkah laku, kekuatan, ambisi, semangat menuju kepada Allah, dan dengan bergantung kepada Allah. Semua itu tidak akan dapat dirasakan oleh jiwa yang hina, yang terbelenggu oleh tubuh dan rintangan-rintangan.” (lagi…)

Khotbah Rasulullah Menjelang Ramadhan

Diarsipkan di bawah: Tazkiyah — alqoshiduun @ 12:49 pm

Selain memerintah shaum, dalam menyambut bulan Ramadhan, Rasulullah saw selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah ‘azimat’ Nabi tatkala memasuki Ramadhan

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

(lagi…)

Blog pada WordPress.com.